
Mahasiswa Akfar YPPM Mandiri Ikuti Kuliah Tamu, Perkuat Ketahanan Diri dan Kesadaran Bahaya Narkoba
Mahasiswa Akfar YPPM Mandiri Ikuti Kuliah Tamu, Perkuat Ketahanan Diri dan Kesadaran Bahaya Narkoba
Akfar YPPM Mandiri beserta dua kampus swasta lainnya menggelar kegiatan kuliah tamu kolaboratif bertema “Kenali Diri, Kelola Tekanan, Jauhi Narkoba: Membangun Mahasiswa yang Tangguh.” Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BNN Provinsi Aceh, psikologi, dan lembaga legislatif untuk membahas pentingnya ketahanan diri, pengelolaan stres, pencegahan narkoba, serta pembentukan karakter generasi muda.
Peserta yang mengikuti kuliah tamu berasal dari Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh, Akademi Farmasi Fisioterapi harapan bangsa, dan Akademi Keperawatan Ibnusina Sabang. Kegiatan berlangsung khidmat dan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan ketiga narasumber.
Dalam sambutan pembukaan, Direktur Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh menegaskan bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya tentang menuntut ilmu, tetapi juga membangun karakter, mental, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
“Mengenali diri adalah langkah awal untuk memahami potensi sekaligus keterbatasan kita. Dengan pengenalan diri yang baik, kita dapat mengelola tekanan akademik maupun sosial secara bijak,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjauhi narkoba merupakan komitmen moral sekaligus tanggung jawab generasi penerus bangsa dalam menjaga masa depan yang sehat, produktif, dan berintegritas. Melalui kegiatan ini, ia berharap mahasiswa memperoleh wawasan, motivasi, dan strategi praktis untuk menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.

Materi pertama disampaikan oleh Dedi Andria, S.KM., M.Kes., dari BNN Provinsi Aceh, dengan judul “Mahasiswa Hebat Tanpa Narkoba: Stop Narkoba, Start Prestasi.” Ia menyoroti kerentanan mahasiswa terhadap penyalahgunaan narkoba, termasuk akibat tekanan akademik, persoalan pribadi, dan rasa ingin tahu. Mahasiswa perlu membekali diri dengan pengetahuan yang benar serta keberanian untuk menolak ajakan yang berisiko. Bagi mereka yang telah terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, penanganan dan bantuan yang tepat juga diperlukan agar proses pemulihan dapat dilakukan.
Selanjutnya, Haya Nabilah, M.Psi., Psikolog, dari Psikodista, membawakan materi “Menjadi Mahasiswa Tangguh: Mengelola Stres, Emosi, dan Ketahanan Diri.” Ia menjelaskan bahwa stres merupakan bagian dari pengalaman hidup yang perlu dikelola secara sehat, terutama ketika mahasiswa menghadapi tuntutan akademik dan perubahan lingkungan. Ia juga menekankan pentingnya mendengarkan, memvalidasi emosi, dan menunjukkan empati kepada teman yang sedang mengalami kesulitan.
Sementara itu, Ir. Irwansyah, S.T., Ketua DPRK Kota Banda Aceh, menyampaikan materi “Mahasiswa Tangguh, Generasi Unggul: Membangun Karakter, Kepemimpinan, dan Kontribusi untuk Aceh.” Ia menekankan pentingnya kedisiplinan, empati, dan pemanfaatan waktu secara produktif. Mahasiswa diharapkan tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter dan kepemimpinan sebagai bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab bersama ketiga narasumber. Mahasiswa berkesempatan mendalami persoalan pencegahan narkoba, pengelolaan tekanan psikologis, pembentukan karakter, serta peran generasi muda dalam lingkungan sosial.
Melalui kuliah tamu kolaboratif ini, mahasiswa diharapkan semakin mampu mengenali diri, mengelola tekanan secara bijak, berani menolak narkoba, dan membangun karakter yang bertanggung jawab. Ketangguhan tidak hanya tercermin dalam kemampuan meraih prestasi, tetapi juga dalam mengambil keputusan yang tepat, menjaga diri, serta menunjukkan kepedulian terhadap sesama. (Jan)