Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh

WhatsApp Image 2026-08-12 at 18.09.04

Direktur Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh Dilantik sebagai Bendahara APTISI Aceh Periode 2026–2031

Banda Aceh, 11 Agustus 2026 — Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Aceh resmi melantik jajaran pengurus periode 2026–2031 dalam kegiatan yang berlangsung di Lantai 8 Gedung Landmark BSI Aceh, Banda Aceh, Selasa (11/8/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi swasta dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi sekaligus pembangunan sumber daya manusia di Aceh.

Dalam susunan kepengurusan baru tersebut, Direktur Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh, Ir. Rosa Mardiana, M.T., M.Si., dipercaya sebagai Bendahara APTISI Wilayah Aceh periode 2026–2031. Amanah tersebut menjadi bentuk kepercayaan terhadap kapasitas dan integritasnya dalam mendukung pengelolaan organisasi, khususnya dalam mewujudkan tata kelola yang tertib, transparan, dan akuntabel.

Dalam sambutannya, Ketua APTISI Aceh menegaskan komitmen kepengurusan periode 2026–2031 untuk memperkuat tata pamong dan tata kelola perguruan tinggi swasta, membangun kolaborasi yang lebih luas antarkampus dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta mendorong peningkatan mutu dan akreditasi perguruan tinggi di Aceh. Menurutnya, penguatan kerja sama dan tata kelola yang baik menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi swasta sekaligus memperluas kontribusinya bagi masyarakat dan pembangunan Aceh.

Kegiatan pelantikan turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan di Aceh, di antaranya Gubernur atau Wakil Gubernur Aceh atau pejabat yang ditunjuk, Kapolda Aceh, Ketua DPRA, Ketua Bappeda Aceh, Kepala BPSDM Aceh, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, serta Ketua Umum APTISI Prof. Dr. Ir. Budi Djatmiko. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi swasta, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat pendidikan tinggi di Aceh.

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh menyampaikan pentingnya pembangunan Aceh yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, kemajuan, dan martabat. Visi “Aceh yang Islami, Maju, dan Bermartabat” menjadi salah satu arah pembangunan daerah yang perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi. Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran strategis melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Bagi Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh, terpilihnya Ir. Rosa Mardiana, M.T., M.Si. sebagai Bendahara APTISI Aceh merupakan amanah sekaligus kesempatan untuk berkontribusi lebih luas dalam pengembangan pendidikan tinggi swasta di Aceh. Keterlibatan tersebut diharapkan dapat memperkuat jejaring kelembagaan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh dengan perguruan tinggi swasta lainnya.

Kepercayaan tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh dalam mendukung penguatan kelembagaan perguruan tinggi swasta. Melalui keterlibatan aktif dalam APTISI, diharapkan dapat terbangun sinergi dalam peningkatan mutu pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan Aceh.

Kepengurusan APTISI Aceh periode 2026–2031 diharapkan mampu menjalankan amanah organisasi secara konsisten dengan mengedepankan tata kelola, kolaborasi, peningkatan mutu, dan akuntabilitas. Dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan, APTISI Aceh diharapkan semakin berperan dalam memperkuat kontribusi perguruan tinggi swasta bagi kemajuan pendidikan dan pembangunan Aceh menuju Aceh yang Islami, Maju, dan Bermartabat.