Akademi Farmasi YPPM Mandiri Banda Aceh

WhatsApp Image 2026-08-12 at 18.02.53

Pelantikan Pengurus APTISI Aceh Periode 2026–2031, Perkuat Kolaborasi PTS, Pemerintah, dan Dunia Industri

Banda Aceh, 10 Agustus 2026 — Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah Aceh resmi melantik jajaran pengurus periode 2026–2031 dalam sebuah agenda pelantikan yang berlangsung di Banda Aceh, Senin (10/8/2026). Pelantikan menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat peran perguruan tinggi swasta (PTS) dalam meningkatkan akses, mutu, dan kontribusi pendidikan tinggi terhadap pembangunan Aceh.

Kepengurusan APTISI Aceh periode 2026–2031 dipimpin oleh Prof. Dr. Bansu Arianto Ansari, M.Pd. sebagai Ketua. Beliau sebelumnya ditetapkan sebagai Ketua APTISI Aceh melalui Musyawarah Wilayah APTISI Aceh yang berlangsung di Banda Aceh pada 25 April 2026. Muswil tersebut dihadiri para pembina yayasan dan pimpinan perguruan tinggi swasta se-Aceh serta Kepala LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, Dr. Ir. Rizal Munadi, M.M., M.T.

Pelantikan mengusung tema “Merajut Kolaborasi antara Perguruan Tinggi Swasta, Pemerintah Daerah, dan Dunia Industri untuk Tingkatkan Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi Menuju Aceh Sejahtera.” Tema tersebut menempatkan kolaborasi sebagai salah satu landasan utama dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi swasta di Aceh.

Dalam arah kepengurusan periode 2026–2031, APTISI Aceh akan mendorong sejumlah agenda strategis. Pertama, memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi swasta, pemerintah daerah, dan dunia industri agar program pendidikan tinggi semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Kedua, meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Aceh melalui perluasan akses pendidikan, penguatan program beasiswa, serta pengembangan inovasi pembelajaran dan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Ketiga, mendorong penguatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berbasis pada persoalan dan potensi lokal Aceh. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat diarahkan pada bidang-bidang strategis, termasuk kesehatan, farmasi, kewirausahaan, UMKM, teknologi, serta sektor lain yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Selain itu, APTISI Aceh juga diarahkan untuk memperkuat tata kelola organisasi dan perguruan tinggi melalui pemanfaatan teknologi digital. Digitalisasi diharapkan tidak hanya mendukung efisiensi administrasi, tetapi juga memperkuat transparansi, akuntabilitas, sistem informasi, dan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Pelantikan pengurus APTISI Aceh periode 2026–2031 turut dihadiri unsur pimpinan perguruan tinggi swasta, pembina dan pengurus yayasan, tokoh pendidikan, unsur pemerintah daerah, serta mitra dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Aceh. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan pentingnya membangun jejaring yang lebih luas dalam pengembangan pendidikan tinggi swasta.

Pelantikan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial pergantian kepengurusan, tetapi menjadi titik awal penguatan program kerja APTISI Aceh selama lima tahun ke depan. Dengan memperkuat komunikasi dan kerja sama antar-PTS serta membangun kemitraan yang lebih erat dengan pemerintah dan dunia industri, APTISI Aceh diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata terhadap peningkatan kualitas dan pemerataan pendidikan tinggi di Aceh.

Kepengurusan APTISI Aceh periode 2026–2031 juga diharapkan mampu memperluas kesempatan generasi muda Aceh untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Upaya tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi swasta dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus mendukung pembangunan Aceh yang lebih inklusif, produktif, dan berkelanjutan. ()