
Akademi Farmasi YPPM Mandiri Dipercaya sebagai Tujuan Benchmarking Penjaminan Mutu Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase
Banda Aceh (24/07/2026) – Akademi Farmasi YPPM Mandiri dipercaya sebagai institusi rujukan dalam pengembangan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dengan menerima kunjungan benchmarking dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Pase. Kegiatan yang dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Implementation Arrangement (IA) ini menjadi langkah awal penguatan kerja sama kedua perguruan tinggi dalam bidang penjaminan mutu.
Kunjungan benchmarking tersebut dipimpin langsung oleh Ketua STIM Pase, Karnelis, S.E., M.Si., didampingi tim Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STIM Pase, Sakira Amalia, S.E. Kehadiran tim STIM Pase disambut oleh Direktur Akademi Farmasi YPPM Mandiri beserta jajaran pimpinan dan civitas akademika.
Benchmarking ini bertujuan mempelajari implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang telah diterapkan di Akademi Farmasi YPPM Mandiri, mulai dari penyusunan dokumen mutu, pelaksanaan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), Audit Mutu Internal (AMI), hingga strategi membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, STIM Pase memperoleh kesempatan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta mengadopsi berbagai praktik baik (best practices) yang telah diterapkan oleh Akademi Farmasi YPPM Mandiri dalam meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi. Direktur Akademi Farmasi YPPM Mandiri, Ir. Rosa Mardiana, M.T., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan STIM Pase yang menjadikan Akademi Farmasi YPPM Mandiri sebagai tujuan benchmarking.
“Kami menyambut baik kunjungan benchmarking ini sebagai bagian dari semangat berbagi pengalaman dan praktik baik dalam pengembangan penjaminan mutu. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU dan IA, tetapi berlanjut dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi kedua institusi. Melalui kolaborasi ini, kita dapat saling menguatkan dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan demi peningkatan kualitas pendidikan tinggi,” ujar Rosa.
Ketua STIM Pase, Karnelis, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa kunjungan benchmarking ini merupakan bagian dari upaya institusinya untuk memperkuat implementasi sistem penjaminan mutu melalui pembelajaran langsung dari praktik yang telah diterapkan di Akademi Farmasi YPPM Mandiri. Selama kegiatan berlangsung, kedua institusi melakukan diskusi interaktif mengenai pengelolaan penjaminan mutu, pengembangan dokumen SPMI, pelaksanaan Audit Mutu Internal (AMI), hingga strategi peningkatan budaya mutu yang menjadi salah satu pilar penting dalam peningkatan kualitas perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, Akademi Farmasi YPPM Mandiri kembali menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pengembangan mutu pendidikan tinggi, tidak hanya melalui peningkatan kualitas internal, tetapi juga dengan berbagi pengalaman dan praktik terbaik kepada perguruan tinggi lain. Diharapkan, kolaborasi ini menjadi awal terbangunnya jejaring kemitraan yang semakin kuat dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing. [LDY].